![]() |
| Sanema Tour Karawang. |
PUBLIS INDONESIA – Memasuki awal musim umroh tahun 1448 Hijriah atau Juni 2026, Sanema Tour Karawang menunjukkan komitmennya dengan tetap melaksanakan jadwal keberangkatan sesuai rencana. Meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika perjalanan internasional seperti kenaikan harga avtur, penyesuaian operasional maskapai, hingga risiko pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan, penyelenggara perjalanan ibadah ini tetap memberangkatkan jemaah tanpa hambatan berarti.
Owner Sanema Tour Karawang, H. Rafiudin Firdaus, menyampaikan bahwa gelombang pertama keberangkatan telah dimulai pada 15 Juni 2026 menggunakan penerbangan langsung Saudia Airlines. Alhamdulillah, rombongan tersebut saat ini sudah tiba dan berada di Madinah dalam keadaan sehat walafiat.
“Sesampainya di Madinah, jemaah mendapatkan rezeki tak terduga dari Allah SWT. Kami mendapatkan peningkatan fasilitas akomodasi secara cuma-cuma, dari yang semula di Hotel Odst Madinah bintang 3, langsung di-upgrade ke Hotel Makarem Suites yang berstandar bintang 5. Ini menjadi berkah awal perjalanan ibadah mereka,” ujar H. Rafiudin, Rabu (17/6/2026).
Sementara itu, gelombang kedua telah diberangkatkan pada tanggal 17 Juni 2026, menggunakan penerbangan Emirates dengan transit di Dubai. Berikutnya, jadwal keberangkatan berlanjut secara bertahap:
Yaitu, grup ketiga tanggal 18 Juni 2026 – Qatar Airways (transit Doha)
Lalu, grup keempat tanggal 20 Juni 2026 – Oman Air (transit Muscat).
Dan terkahir, grup kelima tanggal 27 Juni 2026 – Penerbangan langsung Saudia Airlines.
Secara keseluruhan, pada bulan Juni ini Sanema Tour memberangkatkan sekitar ratusan jamaah. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Karawang, melainkan juga dari wilayah Jabodetabek, Purwakarta, Subang, hingga Lampung.
H. Rafiudin menegaskan bahwa kenyamanan dan kepastian jemaah menjadi prioritas utama. Seluruh dokumen perjalanan seperti visa, asuransi perjalanan, hingga tiket pesawat telah disampaikan secara rinci melalui grup komunikasi jauh sebelum waktu keberangkatan.
“Di tengah banyaknya kabar ketidakpastian atau bahkan gagal berangkat yang dialami jemaah di tempat lain, kami pastikan setiap langkah terkoordinasi. Petugas selalu berkomunikasi aktif agar jemaah merasa tenang, nyaman, dan fokus pada persiapan ibadah. Semua ini wujud tanggung jawab kami sebagai penyelenggara perjalanan ibadah yang terpercaya,” pungkasnya. (redaksi)
