![]() |
| HMI Cabang Karawang aksi unjukrasa depan Thatre Nigh Mart |
PUBLIS INDONESIA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang menyatakan sikap tegas dan menuntut pemerintah daerah untuk segera melakukan penutupan permanen terhadap tempat hiburan malam Karawang Theatre Night Mart (TNM) yang berada di bawah naungan HW Group (Holywings).
Koordinator Aksi HMI Cabang Karawang, Kelvin Hudqof Akbar, menegaskan bahwa kehadiran tempat hiburan ini tidak hanya menabrak aturan perizinan daerah, tetapi juga diduga kuat menjadi salah satu pemicu melonjaknya angka penyakit sosial dan kasus HIV/AIDS yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Karawang.
Berdasarkan data resmi dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, tren penyebaran HIV/AIDS di wilayah ini sudah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan, 4000 lebih sepanjang 2020-2025 dan dalam Januari - Maret 2026 bertambah 188 kasus baru
Data KPA menunjukkan bahwa mayoritas penularan baru ini didominasi oleh hubungan seks sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki atau Gay). Ini adalah bukti nyata bahwa perilaku menyimpang tersebut marak di Karawang, dan keberadaan tempat hiburan malam bukan hanya TNM hanya akan memperluas ruang bagi komunitas-komunitas menyimpang ini untuk tumbuh subur," ujar Kelvin Hudqof Akbar dalam keterangannya.
Kelvin juga menyoroti keanehan di balik operasional Karawang Theatre Night Mart. Meskipun sebelumnya sudah ada upaya penutupan oleh Satpol PP dan Pemerintah Daerah karena masalah izin tidak sesuai dan belum lengkap, tempat tersebut terbukti tetap membandel dan terus beroperasi. Langkah penolakan juga telah disuarakan secara masif oleh aliansi Organisasi Kemasyarakatan Islam (Ormas Islam) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang.
"Karawang TNM di bawah HW Group ini kesannya kuat banget. Sudah jelas sejak awal izinnya tidak sesuai, belum lengkap dan ditolak oleh MUI serta ormas Islam,ditegur dan ditutup oleh Pemda Karawang, tapi kenapa masih bisa buka? Kami mempertanyakan, siapa sebenarnya sosok kuat di belakang mereka? Jangan sampai ada aparat hukum atau pejabat yang bersekongkol melindungi pelanggaran ini," tegas Kelvin.
"Jangan hanya karena alasan investasi di kawasan Tuparev, moral anak muda Karawang yang baru mau berkembang secara positif ini dikorbankan dan dinodai oleh hadirnya tempat hiburan yang dipenuhi aktivitas menyimpang. Urusan kerugian adalah risiko pengusaha, biarkan saja mereka rugi. Fokus pemerintah adalah melindungi masyarakatnya. Tutup Permanen Karawang Theatre Night Mart sekarang juga!" Tegasnya.(redaksi)
