![]() |
| Aplikatif Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rakeyan Santang. |
PUBLIS INDONESIA – Aplikatif Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rakeyan Santang berkolaborasi dengan TPS3R Desa Kutagandok menggelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga dalam kegiatan pengajian rutin bulanan Majelis Taklim Desa Kutagandok.
Hal ini, sebagai kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari langkah sederhana di rumah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan ibu-ibu majelis taklim dari tujuh dusun yang ada di Desa Kutagandok.
Informasi mengenai tujuan kegiatan, sasaran peserta, serta kolaborasi dengan TPS3R sesuai dengan dokumen kegiatan yang disampaikan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah rumah tangga sejak dari sumbernya. Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik, manfaat ekonomi dari sampah yang masih bernilai, serta dampak buruk kebiasaan membuang sampah sembarangan terhadap lingkungan.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa permasalahan sampah di Desa Kutagandok masih menjadi tantangan bersama. Masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah ke saluran irigasi, lahan kosong, maupun tempat yang bukan semestinya sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kebersihan desa. Hal ini menjadi salah satu alasan penting dilaksanakannya edukasi kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan Program Menabung Sampah yang dikelola TPS3R Desa Kutagandok. Melalui program ini, masyarakat diajak mengumpulkan berbagai jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi seperti plastik, botol, kardus, kertas, minyak jelantah, hingga nasi aron. Sampah yang telah dipilah akan ditimbang setiap minggu dan dicatat dalam buku tabungan sampah.
Hasil tabungan dapat dicairkan setiap tiga bulan sekali dalam bentuk uang maupun ditukar dengan kebutuhan rumah tangga. Program ini telah berjalan di empat dusun, yaitu Krajan 1A, Krajan 1B, Krajan 2, dan Junti Barat.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Koordinator TPS3R Desa Kutagandok, Bapak Muhammad Dahlan, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan mahasiswa KKN Desa Kutagandok IAI Rakeyan Santang. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi jembatan antara TPS3R dan masyarakat sehingga informasi mengenai pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh warga desa.
"Kami saling membantu karena TPS3R juga membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi fasilitator sehingga program TPS3R bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar salah satu program unggulan mahasiswa KKN Desa Kutagandok berupa pembangunan Rocket Stove atau alat pembakaran sampah ramah lingkungan dapat direalisasikan. Menurutnya, inovasi tersebut berpotensi menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif dan minim polusi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Desa Kutagandok kec.Kutawaluya IAI Rakeyan Santang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada cara memilah sampah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, TPS3R, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Desa Kutagandok yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara bersama-sama.(redaksi)
